CONTOH PROSAIS


CONTOH PROSAIS




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hai,
 Selamat Pagi, jika mentari kini menyambutmu dengan hangat
 Selamat Siang, jika harimu mungkin terasa melelahkan
 Selamat Sore, jika awan mulai jingga karena mentari kan pergi
 Selamat malam, dan selamat merindu!!!



Perkenalkan dulu sebelumnya, namaku Dwi Agustina. Ya, bisa kalian tebak arti namaku adalah anak kedua yang lahir pada bulan Agustus. Aku suka bercerita maka dari itu aku suka menulis. Terutama melemparkan segala lelahku pada jajaran keyboard di laptop milik kakakku. Karena aku belum mampu beli laptop sendiri ;')

Pada artikel kali ini, aku hanya mau berbagi hasil tulisanku dalam bentuk prosa. Mungkin lebih tepatnya, berbagi tentang rasa dalam hidup yang pernah atau sedang aku alami.

Sebelumnya, aku akan sedikit bercerita tentang dunia kepenulisan dari sudut pandangku sendiri. Begini, mungkin jikalau kamu memang tidak punya keinginan sedikitpun untuk bergelut dalam dunia pena, cerita ini akan sedikit membosankan. Tapi mungkin tidak bagi kalian yang memiliki harap tinggi pada dunia kepenulisan. Seperti halnya dalam bidang lain, dunia kepenulisan juga tidak semudah yang kalian kira, begitupun dengan apa yang aku kira saat dulu. Aku pikir ya dunia kepenulisan itu membosankan. Terlalu malas untuk melakukan hal yang ku kira tidak terlalu penting ini.

Tapi beda halnya saat aku mulai mencoba penasaran dengan dunia kepenulisan. Awalnya, aku hanya tidak sengaja berpikir bagaimana seseorang bisa memikirkan sebuah ide cerita (seperti contohnya novel, cerpen, film, komik atau lain-lain) Mengapa seseorang bisa dengan sangat pintarnya menyusun kata-kata hingga mampu membuat seseorang tertarik bahkan mampu memberikan rasa hanya dalam sebuah buku?

Lamaku berpikir dan merasa kagum, aku jadi iseng saja mencoba menulis sebuah cerita di laptop. Mulai dari diary, sebuah film yang pernah ku tonton dan kucoba untuk buat naskahnya, dan hal kecil lainnya tanpa memikirkan untuk mengembangkan tulisannya. Itu semua masih pure dengan bahasa sehari-hariku.

Hingga waktu terus berjalan dan awal rasa penasaran itu berganti dengan kata ketertarikan. Memang, terkadang hal kecil itu mampu berpengaruh besar. Jika tidak saat itu juga, mungkin dikemudian hari.

Oke cukup. Jangan panjang-panjang aku tahu kalian akan bosan :D

Contoh :

 Rahasia Rasa

Dwina





Tahukah tuan, cerita cintaku itu tak jauh berbeda seperti planet pluto yang mengagumi sang pusat tata surya. Semesta membiarkanku terdiam pada titik terjauh dari hidupmu. Maka untuk sejauh apapun kuberlari, semuanya terlalu sia-sia. Mimpiku pun tak pernah usai untuk ingin mengagapaimu. Bahkan, dengan ganas para pengangummu hadir dihadapku.


Bolehkan aku memanipulasi menjadi seorang Merkurius, tuan? Untuk satu bisik saja aku berucap padamu, untuk satu detik saja aku didekatmu, dan untuk satu rasa saja tuan melihat hadirku.


Namun harapku berakhir ketika sadarku hadir dalam kenyataan bahwa mentari sudah milik jingga. Berujung dengan biruku yang berubah kelabu. Aku ingin belajar dari kejadian ini. Aku ingin percaya, sakit itu mencoba memberiku petunjuk bagaimana cara untuk bertahan. Karenanya, patah sudah menjadi hidupku. Sakit itu menyenangkan karena kecewa memberiku pelajaran hidup yang berharga. Mendewasakan diri dari hal yang kekanakan. Menguatkan hati yang terlalu lemah.


Jika tuan bahagia dengan pilihannya, maka aku harus tegar dengan keputusanku yang memilih bungkam. Jangan khawatir, hancur itu bukan masalah besar. namun hilang sudah pasti menyesakkan. Biarkan jadi tugasku tuk membuat hati yang baru. Dari kepingan hati yang memiliki kenangan sedu jua merdu.


Jadi untuk sekarang dengarlah manusia, tuan. Pluto menghilang, lelah katanya.



Yap, jadi itu adalah salah satu contoh prosa yang aku buat. Maksud dari isinya aku yakin pasti sudah sebagian besar bisa dimengerti. Kalau yang tidak, bisa aku jelaskan sedikit.

Prosa itu berisi tentang seseorang yang mengagumi namun tak mampu berbicara. Mungkin bukan tak mampu berbicara, tapi tak mau berbicara. Kenyataan seakan memberi penjelasan bahwa dia tak akan bisa menggapai, bahkan untuk sebesar apapun usaha yang ia perbuat. Maka dari itu, sebelum hati yang hancur makin hancur atau bahkan hilang karena menjadi debu. Ia memutuskan tuk ikhlas, dan pergi. Dengan harapan, jika menghilangkan raga mungkin hatipun akan tertinggal pada sang pencuri. Karena ia ingin menemukan bahagianya, dengan hati baru dan seseorang yang baru.


Ya kurang lebih seperti itu. Semoga bermanfaat.

Salam literasi.


Comments